Monday, January 14, 2013
Cerpen Remaja''Jangan Ambil Temanku''
Beribu tetes air yang masih bersama dedaunan yang mewarnai aroma sekolahan yang melukiskan hari masih muda,dan suasana itu seringkali di rasakan oleh seorang penjaga sekolah yang kewajibannya menuntut akan dirinya merasakan suasana pagi hari,pak.Buso seorang penjaga sekolah sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya bekerja di sekolah itu meskipun tak aneh lagi dengan Sebuah rumah mewah yang bersebelahan dengan sekolah itu di kenali para siswa dan masyarakat sekitar dengan keangkerannya dan kata pak,buso di rumah itu kadang terdengar suara perempuan menjeritdan jarang sekali ada orang yang berkunjung ke rumah itu padahal Sendi gadis cantik dan pemurah itu adalah anak pemilik
rumah itu,Sendi si gadis cantik itu banyak di sukai para siswa di sekolahnya dan dia memiliki seorang teman perempuan bernama maya kemanapun sendi pergi maya selalu menemaninya dan bahkan hanya maya yang pernah berkunjung ke rumah si gadis cantik itu,sendi yang duduk di kelas sebelas itu dekat dengan maya sejak mereka di satukan dalam kelas yang sama tepatnya sudah tiga bulan mereka berteman.
Sebuah sebutan rumah angker pun sedikit mengilang dari pandangan orang karenanya ada orang yang berani datang ke rumah itu yaitu maya bahkan maya sering datang ke rumah sendi.
Suatu hari sebuah kabar di sampaikan gurunya bahwa maya telah meninggal dunia selepas dia pulang dari rumah sendi,mendengar itu sendi sangat sedih namun sendi tidak begitu terlarut dengan kesedihannya sendi mempunyai seorang teman baru bernama sarah,posisinya mampu menggantikan maya sebagai teman dekatnya dan sebagai soorang teman tentunya sarah pun tak jarang datang ke rumah sendi,sutu hari sepulang dari rumah sendi dalam perjalananya sarah mengalami kecelakaan hingga akhirnya sarah meninggal dunia,mendengar kabar itu sendi kaget dan sangat sedih karena di tinggal teman terdekatnya.
Saat tiba di sekolah semua mata tertuju pada sendi seolah mereka menyalahkan sendi bahwa kematian maya dan sarah itu di sebabkan mereka berteman bersama sendi sehingga setelah itu teman sekelas sendi banyak yang menghindar dari sendi karenanya mereka takut nasib mereka sama seperti maya dan sarah.
Melihat sikap teman-temannya sendi merasa tak nyaman dan sendi mencoba menjelaskan pada teman-temannya bahwa peristiwa itu bukan kesalahan sendi bahkan hal itu pun terjadi pada guru-guru di sekolah sendi para guru merasa takut dengan adanya sendi di sekolah itu akan mengakibatkan hal yang sama.sehingga sendi tak lagi mempunyai seorang teman dekat dan sendi banyak di kucilkan oleh teman-temannya bahkan pihak sekolah pun berencana akan mengeluarkan sendi.berita pengeluaran sendi pun terdengar di telinga para siswa mereka terlihat begitu senang dan sendi pun dengan beraninya mendatangi ruang kepala sekolah dan menanyakan hal itu kepada kepala sekolah dan jawabannya memang benar pihak sekolah berencana akan mengeluarkan sendi dari sekolah ,mendengar itu sendi sangat sedih dan merasa bahwa sekolah tak adil lagi buat sendi hingga akhirnya sendi berjanji akan membuktikan bahwa cerita itu tidak benar dengan di beri waktu selama tiga bulan untuk mempunyai seorang teman.
Dua bulan berlalu dan kini tinggal satu bulan lagi waktu sendi untuk membuktikan bahwa cerita itu tidak benar namun hingga saat itu belum ada juga seseorang yang mau berteman dengan sendi.
Pada suatu hari di sekolah itu kedatangan murid baru bernama dara gadis pendiam dan cupu dan setelah dua minggu dara bersekolah di sana tak ada seorang pun yang mau berteman dengan dara karena pandangan mereka dara adalah gadis kampungan dan cupu begitu juga sendi belum mendapatkan seorang teman.melihat sendi terdiam menyendiri di bawah sebuah pohon beringin di lingkungan sekolah dara mencoba menghampiri sendi yang dalam keadaan seperti kebingungan dara mencoba mendekati dan bertanya
‘’kau tampak seperti kebingungan,dan mengapa kau tak bersama teman-temanmu??’’,,,,,,
sendi tersenyum dan berkata’’hanya kamu yang tak tau””,,,,
’’maksud kamu??’’ Tanya dara kembali,,,,,,
”tak ada seorang pun yang mau berteman denganku”jawab sendi,,,,,
’’lalu mengapakah,kamu ini cantik berbeda dengan aku cewe kampung dan cupu makanya tak heran jika tak ada seorang pun yang mau berteman denganku’’ucap dara,,,,,,,,
’’bukan itu alasannya,,,,,,sendi pun mencoba menjelaskan kepada dara dan menceritakan tentang maya dan sarah yang telah meninggal dunia,,,,,mendengar penjelasan itu dara berkata,,
’’aku mau ko jadi teman kamu,dan soal hidup atau mati itu adalah takdir tuhan,,,,,,
’’apakah kamu tak takut mati’’,,,dara tersenyum dan menjabatkan tangan tanda pertemanan…….sejak itu sendi tak lagi menjadi seorang pendiam begitu juga dara merasa senang karena sudah mempunyai seorang teman…kemanapun sendi pergi selalu bersama dara.
sutu hari dara bermain ke rumah sendi dan setiba dirumah sendi aroma aneh dirasakan dara,,
’’sen di rumah ini hanya kamu saja??’’,,,,
’’,engga ko,aku biasa tinggal dengan kedua orang tua ku namun tadi pagi mereka sudah pergi entah kemana,emangnya kenapa dar’’,,,,
’’rumah ini tampak sepi namun terasa ramai sekali aku rasakan’’,,,,,,
’’suuuutttt jangan keras-keras ngomongnya’’segeralah sendi membawa dara ke kamarnya,,
’’mengapa kamu nyuruh aku berbicara pelan,bukankah saat ini hanya ada kamu saja’’………’’di rumah ini ada
pembantuku,aku takut,aku takut dia memberitau kedua orang tuaku’’,,,,,
’’maksud kamu??’’…………….sendi menangis,,,,
’’mengapa kamu menangis,ceritalah padaku’’,,,,,’’dar, ayah ibuku seorang buronan,mereka sengaja membeli rumah ini rumah yang di katakan orang-orang sebuah rumah yang angker tujuannya agar tak ada seorang pun yang mengetahui keadaan kedua orang tuaku’’,,,,,,''
''apakah yang kamu katakan itu benar???''
''yang aku katakan itu benar''
’’lalu adakah hubungannya dengan kematian kedua temanmu??.....sekejap sendi terdiam dan berkata;
’’aku takut setelah aku ceritakan hal ini kamu tak mau lagi berteman denganku,,,,’’sen ingat aku akan menjadi temanmu meski aku harus mati memperjuangkan pertemanan kita’’,,,,,,’’sebenarnya orang tuaku telah membunuh kedua temanku,maya mati setelah pulang dari rumahku karena pembantuku meracuninya atas suruhan kedua orang tua ku,lalu sarah meninggal karena sengaja mobilnya di tabrakan dengan mobil suruhan ayahku karena mereka takut kedua temanku akan membocorkan pisisi orang tuaku pada polisi dan kini aku takut hal itu terjadi sama kamu satu-satunya teman yang aku miliki’’,,,,,’’sen kamu jangan takut aku akan tetap menjadi temanmu biarpun aku ahrus mati aku rela’’,,,
’’tolong aku dar aku merasa di penjara dalam rumah ini,tangisanku selalu mengiringiku setiap pagi karena penyiksaan yang mereka lakukan padaku’’,,,,,,,,
’’aku tak mengerti dengan kedua orang tuamu,aku tak rela kamu di perlakukan seperti itu,mengapa kamu tak berfikir untuk pergi’’,,,
’’sudah aku lakukan namun tetap saja aku di temukan mereka’’…….
’’kamu yang sabar yaa,aku akan membantumu’’,,,,’’aku lebih rela orang tuaku di tahan polisi di banding harus banyak orang yang mereka sakiti dan menambah dosa kedua orang tuaku’’……’’sen,,jika kamu mengizinkan bolehkah aku melakukan Sesuatu supaya kamu terbebas dari derita ini’’…
’’kamu akan lakukan apa???’’,,,
’’kamu tak usah tau’’,,,,
’’dar kamu harus cepat pulang sebelum orang tuaku pulang’’,,,
''kamu tenang saja sen aku akan baik-baik saja’’……
Suara mobil terdengar di halaman rumah sendi sangat merasa ketakutan akan dara yang masih berada di rumahnya,,,,’’tokk,,tokk,,tokk,,,terdengar suara pintu di ketuk’’,,,’’kok tumben yah orang tuaku mengetuk pintu’’,,,,,’’ayo kita bukakan pintunya’’……’’kamu jangan ikut dar,kamu harus diam dan sembunyi disini’’…’’ga apa-apa,,,ayo’’,,,dengan penuh ketakutan sendi membukakan pintunya,,,,,’’kreeeeeetttt suara pintu terbuka’’,,,,’’betulkah ini rumahnya keluarga pak.basri,kami harus menangkap merkeka’’….’’orang tua saya belum pulang pak,,,’’kring’’kring’’kring’’suara panggilan masuk pada sebuah telpon di rumah sendi dan di berikabar bahwa kedua orang tua sendi telah mengalami kecelakaan hingga keduanya meninggal dunia.sendi sangat merasa sedih meskipun sikap kedua orang tua sendi banyak menyakiti orang lain namun tetap saja sendi merasa kehilangan kedua orangtuanya.
Satu minggu berlalu sendi kembali seperti biasa berangkat sekolah dan rencana pengeluaran sendi pun tak jadi karena tak terbukti kematian itu di sebabkan oleh sendi dan sendi dengan tenang melanjutkan sekolahnya dengan sikap teman-teman yang seperti biasa tak ada lagi yang menjauhi sendi dan dara pun menjadi teman terbaik sendi.
Oleh:Nitha Karunia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment